Setelah beberapa hari bermain-main dengan Opera Mini, versi free dari Opera Mobile, sepertinya aku ‘jatuh cinta’ pada software ini.
Tanya Kenapa?
Well, biasanya kalau aku ada kegiatan di luar kota maka aktifitas online akan berhenti, tentu kecuali kalau ada suatu hal yang memaksa aku untuk online, misal harus ada dokumen penunjang kegiatan yang harus didownload atau diupload.
Dalam kasus tersebut biasanya aku kebanyakan online dari selulerku soalnya kebanyakan belum ada warnet di daerah tujuanku. Dan sudah menjadi rahasia umum bahwa online memakai provider seluler mahalnya gak ketulungan (dibanding koneksi dial-up misalnya).
Maka tidak heran kalau counter Last Login Friendster-ku menjadi hitungan Day(s), dan bukannya 24 hours seperti hari-hari biasa tanpa ada kegiatan luar kota. Itu karena aku hampir selalu membuka Friendster minimal sekali sehari untuk mengecek message, testimonial, friends, dll, dan tentunya blog-walking ke blog dari friends yang telah mempublish blog Friendster-nya.
Saat ada kegiatan keluar kota, maka semua aktifitas online sekunder ini terhenti, dan baru ada aktifitas online primer kalau ada hal-hal seperti disebutkan di atas. Namun sejak aku menggunakan Opera Mini, semua itu perlahan sedikit berubah.
Tanya Kenapa?
Itu karena desain infrastruktur software (kalau boleh aku sebut begitu) dari Opera Mini/ Mobile membawa keuntungan lain. Apakah itu?
Sebagaimana dilansir Opera, browser kita akan meneruskan request halaman web kita ke server milik Opera yang kemudian mengambil halaman web tersebut dan selanjutnya memproses halaman yang bersangkutan dan men-transform halaman tersebut ke format WAP yang sesuai dengan model seluler kita.
Alhasil halaman web berukuran lebih kecil, bahkan kadang jauh lebih kecil dari halaman aslinya. Artinya, transfer data menjadi lebih kecil, yang berarti beban pembayaran yang lebih kecil juga!
Sebagai referensi, halaman login Friendster original (desktop) berukuran sekitar 28 kb diluar gambar, script, dan css yang kalau ditotal bisa mencapai 208 kb. Dengan Opera Mini jumlah data yang ditransfer hanyalah 2 kb saja! What a byte-saving eh? ^^
Aku menggunakan IM3 (Yes! I am Tri ^^), dimana account GPRS-nya di-bandrol Rp. 10/kb. Artinya ada penghematan Rp. 260 per halaman tanpa gambar (aku selalu browsing tanpa gambar kalau online-nya via seluler). Untuk halaman isi Friendster, kita bahkan bisa menghemat Rp. 500 sampai Rp. 1000 per halaman!
Asik kan? makanya, coba deh… gak pake lama… haha…
* waduh, sudah kayak marketingnya Opera aja neh gwe ^^ *
Gajah & Kuis Kecil
Gajah dikenal sebagai hewan yang memiliki ingatan tajam. Saat kita ada kegiatan di daerah yang belum kita kenal, ada baiknya kita mencari landmark di daerah yang bersangkutan, sebagai pengingat/patokan saat kita merambah lingkungan tersebut.
Dan kemarin, aku dan tim sempat muter-muter dan lost, namun landmark di bawah banyak membantu kita-kita mencapai target. Suatu kebetulan, landmark tersebut ternyata adalah sekumpulan gajah… huekekek…
Pertanyaannya, monumen gajah di manakah ini? Ada yang tahu? ^^

